Tutup Layanan Publik AS Akan Membuat Harga Emas Semakin Naik

By January 27, 2018 Emas No Comments
Emas batangan

Dolar AS diperkirakan akan melemah dan ketidakpastian di Washington sehubungan dengan penutupan atau penutupan pemerintah AS akan lebih besar dari harga emas pekan ini.

Pekan lalu, harga emas diperdagangkan di kisaran US $ 1,334 atau naik 0,57 persen. Penguatan harga emas selama waktu itu didukung oleh melemahnya dolar AS dan menjelang penutupan pemerintahan AS.

Sementara indeks dolar AS diperdagangkan sekitar 90,56. Hal ini dipengaruhi bahwa Partai Republik harus memiliki cukup suara untuk menyetujui perkiraan tersebut.

Berdasarkan survei Kitco kepada pelaku pasar, sekitar 41,2 persen memprediksi harga emas akan meningkat. Sementara 35,3 persen memprediksi harga emas bisa turun kembali. Lain 23,5 persen melihat harga emas turun di jalan.

Pekan lalu, hasilnya menunjukkan harga emas akan naik. Hingga 61 persen pelaku pasar percaya kenaikan harga emas. Harga emas untuk pengiriman Februari tetap tidak berubah di kisaran US $ 1.334,50 per ounce. Asumsi analis, yang mendukung harga emas AS yang tertekan.

“Penutupan pemerintah AS akan mendorong dolar AS dan mendukung harga emas,” kata Bart Melek, Kepala Analis TD Securities, seperti dikutip dari laman Kitco

Melek menambahkan, ia tak heran jika harga emas bisa menyentuh US $ 1.357 pekan ini. Sementara itu, Managing Director RBC’s Wealth Management George Gero mengatakan harga emas akan naik jika pemerintah AS tutup di dalam situs tersebut. “Harga emas akan naik, drama di Washington tidak akan berakhir,” katanya.

Ramalan Gero, harga emas akan mencapai US $ 1.400 pada akhir tahun ini. Sementara dalam jangka pendek, harga emas akan berkisar antara US $ 1.325 hingga US $ 1.350.

Senior Commerce Strategic Futures Philip Streibel RJO mengatakan tekanan baru pada bitcoin juga akan menekan harga emas.

“Kami melihat kesepakatan bitcoin dengan larangan yang meningkat dari Korea Selatan dan China. Bitcoin telah menarik perhatian pasar dari emas sekarang telah kembali ke emas,” katanya.

Ia memprediksi, harga emas akan berada di kisaran US $ 1.350. Selain itu, dia memperkirakan dollar AS akan melemah sekaligus menjadi katalis positif bagi harga emas. “Indeks dolar AS tidak mungkin ke level 90, dan akan mulai tertekan, ini akan membantu harga emas,” kata Streible.

Sementara ekonom Pasar CIBC World Nick Exarhos memprediksi, dolar AS hanya sedikit tertekan karena reformasi pajak yang positif dan kenaikan pasar saham. Hal ini bisa mendorong kembali dolar AS. “Tapi ini sentimen negatif untuk harga emas,” kata Nick.

 

Baca juga : Harga emas hari ini